Hasutan
Jiwa ini terasa hampa tak bertepi
Kala kalam titah Illahi
Tak pernah tergores di hati
Bisikan syaitan menghantui
Untaian tali terjerumus di jurang hitam
Terbawa raga terlena
Niat tak berucap
Hati bak batu hitam
Raga diam
Azazil peralat hariku
Mengabaikan seluruh poros nuraniku
Terhasut membawa luka dan dosa
Dosaku...
Setiap helai nafas bermunajat padaNya
Tak pernah lalai
Aku berdo'a tuk asaku
Ya Allah...
Semoga kehidupanku
Sukses dunia akhirat
Kaya dunia akhirat
Sukses dalam dunia kepenulisan
Kabulkanlah puing-puing do'aku
Semoga kau mendampingi usahaku selalu
Asaku
Ku acungkan telinga kecilku
Dengarkan curahan mereka
Sukses akan hidupnya
Hatiku menganyam semangat
Otakku teruntai asa
Sukses di dunia literasi
Kaya ilmu inspirasi
Ukir daya imajinasi
Cetak karya bemakna terisi
Menggugah hati insan duniawi
Menggait nirwana di hari terakhir nanti
Niat itu Di Hati
Meski bibir terucap lembut
Hati tak muncul kemantapan
Hanya hampa tergores di naungan kehidupan
Bergelimut rasa malas melaksanakan
Niat itu afdhol
Niat itu di hati
Hati itu nurani
Nurani itu malaikat
Bernada lantunan ucapan
Disertai perbuatan
Munculkan kemantapan
Gairah tuk melaksanakan
Membawa kenikmatan meraih kesuksesan
Ragu
Hati bertahta kemantapan
Merapatkan tuk melaksanakan
Bibir terukir lantunan bercakap
Mengungkap isyarat hati tak menepi
Namun raga bak benalu
Merajam di benih pepohonan
Menggoyah rasa dari Sang Maha Indah
Porak poranda merajalela
Kegagalan tumbuh
Kemantapan rapuh
Hancur nan sirna menjadi raja
Tertawa azazil mengintainya
Ragu
Bila terawat dan dirawat
Hidup bagaikan lilitan kawat
Selalu terjerat rasa tak berniat
Tersangkut keni'matan
Tuk meraih kesuksesan dunia akhirat
Jadi landratan di hari kiamat
Cinta Sejati
Aku telah melampaui segudang cinta di hidupku
Pertama,
Suci menghanyutkan jiwa
Kedua,
Hampa berisi kedustaan nan tenang
Ketiga,
Nafsu datang
Jasad menang
Aku bosan cintaku
Aku ingin cinta sejati
Dimana cinta sejati singgah?
Kapan aku temukan dia?
Apa dia ada?
Siapa dia untukku?
Bagaimana aku dapati dia?
Tapi mengapa sampai hayat(nazak) ini tak aku temukan dia
Semoga Dia beri aku kesempatan
Menikmati ladzatnya cinta sejati
Keramaian Kota
Kediaman ku singgah
Duduk manis di trotoar
Ditemani secangkir kopi
Canda tawa menyelimuti
Kedipan mata tak berujung
Lampu neon kota berjejer rapi
Lantunan sirine mobil kemacetan
Suara jangkrik terkalahkan
Lampion kastil di pinggir jaln
Berceceran pengangguran
Di kedai warung kopi
Disko berputar membelenggu
Baru tahu
Keramaian kota ba'da sepekan di desa
Melayang raga
Jenuh akan puing-puing dosa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar